TIMES GORONTALO, GORONTALO – Provinsi Gorontalo berhasil mewujudkan Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi di kawasan Indonesia Timur, pada Desember 2025.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljadi Mario di Gorontalo, Senin mengatakan tingginya NTP ini menjadi cerminan dari tingkat daya beli petani.
Hal ini sebagaimana catatan Badan Pusat Statistik yang merilis bahwa NTP Gorontalo pada periode tersebut berada di angka 120,89 dan mengungguli daerah lain di kawasan Indonesia Timur.
Capaian ini menjadi indikator penting meningkatnya kesejahteraan petani, sekaligus menunjukkan membaik nya daya beli petani terhadap berbagai barang dan jasa yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari maupun proses produksi pertanian.
"Semakin tinggi nilai NTP, semakin besar kemampuan petani dalam membeli barang konsumsi dan sarana produksi dengan pendapatan yang diperoleh dari hasil pertanian,” kata Muljadi.
Secara konsep, jika NTP berada di atas angka 100, itu menandakan pendapatan petani mengalami peningkatan. Kenaikan harga hasil pertanian relatif lebih tinggi dibandingkan harga barang dan jasa yang harus dibeli petani, sehingga daya beli mereka menjadi lebih baik.
“Di angka 120,89 maka ini bisa diartikan bahwa ini merupakan cerminan dari tingkat kesejahteraan petani Gorontalo yang terus meningkat. Ini artinya keseriusan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie untuk program agromaritim sudah sesuai perencanaan, karena data ini dari BPS sendiri,” kata Muljadi.
Pemerintah menjadikan NTP sebagai salah satu acuan utama dalam perumusan kebijakan sektor pertanian.
Dengan tingginya NTP Gorontalo, kebijakan yang berpihak pada petani dinilai berjalan efektif, baik melalui pengendalian harga, peningkatan produksi, maupun dukungan sarana dan prasarana pertanian.
“Ke depan, capaian ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mendorong kesejahteraan petani yang berkelanjutan di Provinsi Gorontalo,” katanya.(*)
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |